Tragedi Banjir Paling Mematikan di Dunia

SEKOPNEWS – Ada yang menarik dari lima besar banjir terparah yang pernah terjadi di dunia. Kelima banjir terparah di dunia tersebut terjadi di China dan empat di antaranya diakibatkan oleh Sungai Kuning (Huang He) yang meluap.

Penyebabnya, lanau (endapan tanah) berwarna kuning di sungai tersebut sewaktu-waktu dapat bertambah tinggi daripada daratan di sekitarnya sehingga air tumpah ke dataran sekitarnya itu.
Untuk mencegah kerusakan yang diakibatkannya, pemerintah China sudah berupaya untuk membuat saluran air, bendungan, dan tanggul untuk mengurangi arus air yang meluap dari Sungai Kuning itu. Namun begitu, sejarah mencatat sejumlah banjir dahsyat nan mematikan yang terjadi akibat luapan air dari sungai tersebut.

sekop123.com

Banjir yang Mematikan Jutaan Orang di China

Banjir paling mematikan terjadi pada tahun 1931. Banjir Sungai Kuning di China ini merenggut antara 1 hingga 4 juta korban jiwa. Seluas 88 ribu kilometer persegi lahan terendam banjir sehingga menyebabkan 80 juta orang kehilangan tempat tinggal.

Banjir terparah kedua juga terjadi di tempat yang sama pada tahun 1887. Pada banjir kali ini, korban jiwa mencapai jumlah satu hingga dua juta orang.

Dan banjir paling mematikan ketiga, lagi-lagi terjadi di Sungai Kuning, yakni pada 1938. Banjir pada tahun ini disebabkan oleh penggunaan Sungai Kuning sebagai alat pertahanan untuk menghalangi invasi tentara Jepang. Bendungan sungai ini sengaja dijebol sehingga aliran airnya menerjang bahkan merenggut hampir 1 juta korban jiwa.

Banjir yang Mematikan di Eropa dan Amerika

Selain China, di Belanda juga pernah tercatat ada salah satu banjir terparah di dunia yang muncul akibat gelombang tinggi akibat badai. Badai yang mengakibatkan banjir di Belanda dan Inggris pada tahun 1099 ini menyebabkan 100 ribu kematian.
Pada 1287, cuaca buruk yang dikenal sebagai ‘Great Storm’ di Inggris juga menciptakan gelombang tinggi hingga merusak tanggul. Banjir yang muncul akibat badai ini membunuh 80 ribu orang.

Di Amerika Serikat, sejarah mencatat adanya peristiwa Hurikan 1900. Badai kategori 4 yang melanda Galveston, Texas pada tahun itu merenggut nyawa lebih dari 6 ribu orang, bahkan sebagian laporan resmi menyebut korban tewas mendekati angka 8.000 orang. Banjir akibat badai ini telah menerjang kereta berpenumpang, merusak jembatan serta memutus sambungan telegraf.

Banjir Mematikan di Indonesia

Di Indonesia sendiri, pernah pula terjadi banjir yang merenggut nyawa ratusan orang. Pada tahun 2010 misalnya, sejarah mencatat Sungai Batang Salai yang berhulu di Pegunungan Wondiwoy, Papua, pernah meluap sehingga menyebabkan banjir bandang.
Bencana alam tersebut semakin diperparah dengan hutan gundul di Pegunungan Wondiwoy. Akibatnya. 158 orang meninggal dan 145 orang lainnya dinyatakan hilang.

Di Sumatra Utara, pernah pula terjadi banjir bandang mematikan, tepatnya di Bohorok. Banjir bandang ini menewaskan 155 orang. Selain itu, 87 orang lainnya dinyatakan hilang akibat banjir ini.

Banjir akibat kesalahan struktur alias kesalahan manusia juga pernah terjadi di Indonesia. Jebolnya bendungan di Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan, membuat air banjir dari waduk itu menerjang pemukiman warga. Akibat banjir yang disebabkan jebolnya bendungan ini, 100 orang meninggal dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *