Pembangunan ‘Kerajaan Tengah’ yang Gagal oleh Keluarga Burgundy

SEKOPNEWS – Keluarga Burgundy memerintah dalam waktu yang sangat singkat atas suatu wilayah yang mestinya bisa menjadi pemerintahan bentuk baru, bernama “Kerajaan Tengah”, yang letaknya berada di bagian barat Eropa, antara Prancis dan Kekaisaran Romawi.

Cikal bakal berdirinya keluarga Burgundy dimulai ketika Robert, putra kedua Raja Robert II dari Prancis, dianugerahi gelar Duke of Burgundy. Terlihat bahwa keluarga Burgundy adalah keluarga terhormat, keturunan penguasa Prancis.
Keluarga Burgundy berkuasa atas sebuah wilayah pertanian yang kaya di sebelah timur Prancis, yang berpusat di sekitar Dijon. Keberadaan keluarga itu cukup penting bagi keseimbangan kerajaan Prancis. Namun pada tahun 1361, pewaris terakhir takhta keluarga Burgundy meninggal dunia. Untuk menjaga keutuhan keluarga Burgundy, Philip, putra ke-4 Raja John II dari Prancis diperintahkan untuk memipin keluarga itu.

Pembangunan Yang Gagal :

SEKOP123.COM

Philip, dikenal juga sebagai “Philip si Pemberani”, memerintah Burgundy antara tahun 1364 sampai 1404. Selama masa kepemimpinan Philip, Prancis sedang berperang dengan Inggris. Philip memiliki peran sangat besar untuk mengendalikan “jalur tengah” demi kepentingan kerajaan Prancis, tetapi ada kalanya ia memilih untuk berpihak kepada kerajaan Inggris.
Oleh sebagian pihak, keputusan keluarga Burgundy untuk berada di dua sisi tersebut dianggap sebagai pengkhianatan. Namun walau demikian, keluarga Burgundy memiliki kekuatan yang sangat baik, sehingga baik Inggris maupun Prancis berebut perhatian Burgundy semasa Perang Seratus Tahun.

Sebuah peristiwa menghancurkan hubungan baik Burgundy dengan kerajaan Prancis. Dalam sebuah periode genjatan senjata, Duke John dari Burgundy, dibunuh oleh para pengikut raja-raja Valois dalam sebuah pertemuan damai. Sejak saat itu, keluarga Burgundy bersumpah akan membalas dendam pada kerajaan Prancis.
Duke Philip, memerintah antara tahun 1419-1467, berkuasa ketika keluarga Burgundy sedang dalam masa keemasannya. Pemerintahannya mampu menyaingi Inggris dan Prancis dari segi militer, dan kekayaannya. Keluarga Burgundy pun semakin berhasrat untuk menciptakan sebuah kerajaan baru, yang terpisah dari Prancis.

SEKOP123.COM

Dengan melakukan hubungan baik, melalui pernikahan bangsawan, dengan penguasa-penguasa lain, Philip memperoleh jauh lebih banyak wilayah kekuasaan dibandingkan para pendahulunya. Philip menjadi seorang “liege lord” –penguasa feodal yang berhak mendapat kesetiaan dan pengabdian– di wilayah Flanders, Brabant, Hainut, Luxemburg, Limburg, Gelderland, Zeeland, Belanda, Artois, dan sebagian Picardy.

Semasa pemerintahan Philip, wilayah Dijon menjadi pusat kesenian yang banyak dikunjungi seniman-seniman Eropa. Para pelukis itu berkeliling di sekitar wilayah Dijon untuk menetap di lembah-lembah subur yang sangat indah di Burgundy. Daerah lainnya, Bruges dan Brussel, juga berkembang sebagai pusat seni lukis dan musik di Eropa.
Maka tidak berlebihan jika menyebut bahwa masa itu sebagai puncak dari “Renaisans Burgundy” di daratan Eropa. Banyak bukti-bukti kesenian Abad Pertengahan yang dihasilkan oleh seniman-seniman masa pemerintahan Philip di Burgundy, yang dikenal baik hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *